NIM : C1AA18010
Air adalah sumber daya penting dimanfaatkan oleh semua manusia serta keanekaragaman hayati. Air putih merupakan bagian penting bagi manusia, karena hampir 2/3 bagian tubuh manusia berisi cairan. Maka dari itu setiap harinya manusia dianjurkan untuk minum air sebanyak 8 gelas atau 2 Liter, namun masih banyak masyarakat yang tidak menerapakan minum air putih 8 gelas perharinya padahal air putih memiliki daya larut yang tinggi, sehingga metabolisme tubuh berjalan dengan baik. Namun air tersebut bisa saja terkandung didalam makanan dan buah yang kita makan. Sayur dan buah-buahan juga sudah mengandung air yang banyak.
Banyak masyarakat yang jarang melihat kualitas air yang akan di konsumsi. Air minum yang sehat itu tidak beracun, tidak mengandung bau, harus jernih, tidak berwarna dan pH nya netral dan kebanyakan masyarakat lebih suka mengkonsumsi air yang memiliki rasa seperti teh dan minuman bersoda.
Di Pakistan terjadi kekhawatiran karena meningkatnya populasi dan industrialisasi yang pesat sehingga kualitas air minum sedang memburuk setiap harinya. Maka dari itu beberapa peneliti melakukan penelitian di wilayah Pakistan dengan memperhatikan sifat fisikokimia air minum serta adanya berbagai mikroorganisme pathogen. Di wilayah Pakistan sekitar 20% mengkonsumsi air minum yang sehat sedangkan sekitar 80% terpaksa mengkonsumsi air minum yang tidak sehat karena kelangkaan air minum yang sehat.
Penyediaan air minum di Nigeria menantang, dengan situasi yang lebih intens dalam wilayah utara negara itu. Umumnya, masalah air minum meliputi konsentrasi logam berat seperti arsenik, isolat mikroba dan jumlah dan pemantauan air dan kebijakan pengawasan.
Jika tubuh manusia kekurangan air dapat menimbulkan berbagai macam penyakit yaitu sakit pinggang, rematik, nyeri tulang leher, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, berat badan berlebihan, asma, kencing manis, stroke, batu ginjal, sembelit dan kurang minum air putih juga dapat mengganggu fungsi ginjal dan akan menyebabkan penyakit gagal ginjal.
Kesehatan manusia dipengaruhi oleh berbagai agen seperti patogen, bakteri, berbagai mineral dan zat organik yang hadir dalam air minum yang tidak aman. Sebuah pro-porsi yang signifikan dari populasi di negara berkembang menderita masalah yang berhubungan dengan kesehatan karena air minum yang tidak aman dan kontaminasi mikroba. Nah jika manusia tidak minum air putih 8 gelas perharinya, tentu saja memiliki dampak negative bagi tubuh/kesehatan. Berikut beberapa dampak nya yaitu:
- Dehidrasi, merupakan salah satu gangguan kesehatan yang dapat dialami oleh semua lapisan usia masyarakat. Terjadinya dehidrasi karena kurangnya jumlah air yang dibutuhkan tubuh. Dehidrasi dapat pula didefinisikan sebagai kondisi kehilangan cairan yang dialami oleh tubuh dimana jumlah output cairan yang dikeluarkan tubuh tidak sebanding dengan jumlah asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh. Jika seseorang dehidrasi menimbulkan efek negative yang berpengaruh pada ginjal dan metabolisme tubuh. Dehidrasi umumnya dialami perempuan dibandingkan laki-laki karena pada laki-laki komposisi otot lebih dominan sedangkan pada perempuan adanya pengaruh hormonal sehingga rentan terhadap dehidrasi dalam tubuh (Fauziyah, 2011 dan Muyosaro, 2012 dalam Ningsih, 2014).
- Kesehatan wajah, merupakan salah satu dampak dari kurangnya minum air putih yaitu dengan timbulnya kekeringa pada wajah. Saat tubuh kita dehidrasi dapat mempengaruhi kulit menjadi kering karena fugsi enzim tidak berfungsi dengan baik.
- Proses pencernaan, saat proses pencernaan tubuh memerlukan air untuk mencerna serta menyerao nutrisi dari makanan. Jika tubuh kekurangan air maka proses pencernaanya pun terganggu dan mengakibatkan sembelit.
REFERENSI
Darsini., Hamidi, F. (2018). Pemanfaatan Cakram Kebutuhan Asupan Cairan Untuk Peningkatan Keerhasilan Pelaksanaan Program Ayo Minum Air. Jurnal Keperawatan. 1-9
Hafiduddin, M., Azlam, M. (2016). Hubungan Antar Pengetahuan Tentang Manfaat Cairan dengan Perilaku Konsumsi Air putih. Profesi. Vol 13, No. 2, 38-42
Wulandari, D, D. (2017). Analisa Kesadahan Total dan Kadar Klorida Air di Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo. MTPH Journal. Vol 01, No. 01, 14-19
Izah, S, C., Srivastav, A, L. (2015). Level of arsenic in potable water sources in Nigeria and their potential health impacts: A review. Journal of Environmental Treatment Techniques. 2015, Volume 3, Issue 1, Pages: 15-24
Daud, K, M., Nafees, M., Ali, S., dkk. (2017). Drinking Water Quality Status and Contamination in Pakistan. BioMed Research International. Volume 2017, Article ID 7908183, 18 pages
Semoga bermanfaat..